PENATAAN RUANG BAGI PENYANDANG CACAT

Posted on Oktober 27, 2010

2


Adakah yang peduli dengan penyandang cacat?

Benarkah dunia arsitektur kita nggak terlalu bersahabat dengan para penyandang cacat?Meskipun jumlah masyarakat dengan kemampuan normal menjadi mayoritas, namun bukan berarti perancangan dalam arsitektur tidak mempertimbangkan tempat yang nyaman dan bersahabat untuk penyandang cacat loh.. ^^

Membangun bagi lingkungan hidup dan manusia juga berarti membangun bagi penyandang cacat, sebuah fasilitas yang dapat dinikmati penyandang cacat tentunya juga dapat dinikmati oleh masyarakat secara luas. Dalam dunia arsitektur, perancangan tidak hanya bagi masyarakat normal saja, masyarakat penyandang cacat yang juga membutuhkan bantuan merupakan salah satu objek yang menjadi bahan pertimbangan aspek perancangan.

Nah, sebagai salah satu aspek pertimbangan dalam perancangan, untuk itu tulisan ini dibuat sebagai bahan masukan bagi perancangan desain kamar tidur dan kamar mandi bagi orang yang memiliki kekurangan fisik, dalam hal ini orang yang menggunakan kursi roda.

Kamar Tidur

Penataan bagi kamar tidur penyandang cacat pada intinya sama saja dengan penataan pada kamar tidur orang normal, hanya saja perbedaaan terletak pada sirkulasinya. Penyandang cacat memiliki ukuran dan dimensi standard untuk penempatan sirkulasi. Ukuran dasar penataan inilah yang dijadikan standard dalam penempatan dan perancangan sirkulasi bagi penyandang cacat.


-Ruang sirkulasi di depan pintu kamar minimal memiliki luasan area 152,4cm x 152,4 cm. Hal ini memudahkan pengguna kursi roda untuk melakukan perputaran sehingga lebih leluasa dalam bergerak. Perbedaan ketinggian lantai yang biasanya terdapat antara kamar tidur dengan luar ruang, seharusnya diatasi dengan membuat ram yang memiliki kemiringan tidak lebih dari 15o. Selain itu perbedaan ketinggian tidak boleh lebih dari dari 3 cm.

-Penggunaan pintu geser untuk memudahkan gerakan buka-tutup dan untuk menghemat ruangan. Lebar pintu usahakan >80cm dengan jarak besar pintu masuk minimal 15ocm.


-Untuk memudahkan akses usahakan penempatan pintu dan ruang di sebelah tempat tidur sejalur. Space ruang sirkulasi antara tempat tidur dan dinding berjarak > 125m, berguna untuk memberi ruang untuk akses ke tempat tidur dan melakukan gerakan berputar. Menurut standart yang berlaku minimum area yang digunakan untuk kursi roda adalah 121,9cm x 121,9cm.

TOILET —- KAMAR MANDI

Kamar mandi bagi penyandang cacat khususnya yang menggunakan kursi roda seharusnya dirancang dengan memperhatikan bagaimana pergerakan kursi roda didalam ruangan. Memiliki ruang gerak yang leluasa bagi kursi roda selain itu ketinggian tempat duduk kloset juga harus sesuai dengan ketinggian kursi roda, sekitar 45 – 50 cm. Perancangan ini dilakukan guna menghasilkan perancangan yang nyaman bagi penyandang cacat.

Hal lain yang harus diperhatikan pada penempatan kertas tisue, tempat sabun dan sikat gigi serta peralatan lain yang digunakan oleh penyandang cacat kursi roda harus dapat dijangkau leluasa dan tidak ditempatkan pada ketinggian yang sulit dijangkau.

Posted in: arsitektur